Bacaan Niat Dan Tata Cara Mandi Junub Bahasan Lengkap

Mandi wajib? Mandi apa itu? Sekilas, yang masih kurang paham agama pasti bingung apa bedanya. Padahal mandi wajib itu penting lho. Mandi wajib atau mandi junub, adalah mandi yang kadang masih dianggap sepele oleh sebagian orang..

Padahal, jika kita melakukan hal yang bisa mewajibkan mandi wajib, tapi justru tidak mandi wajib dan misalnya beribadah.. Maka ibadah tersebut justru bisa mendapat dosa!

tatacara mandi junub
Tatacara mandi junub


"Kok dosa?" Iya dosa, karena disini kita sedang berhadast. Jadi begini...

Hadast itu dibagi 2:

Pertama: Hadas kecil
Hadas kecil, adalah hadas yang disucikan melalui wudhu atau tayamum. Tapi tayamum hanya ketika tidak ada atau berhalangan dengan air. Contoh penyebab hadas kecil, paling terkenal = kentut, hehe.

Kedua: Hadas besar
Yang kedua adalah hadas besar. Hadas besar, terjadi ketika kita bermimpi basah, berhubung@n suami istri, nifas dan masih ada lagi. Cara menyucikan hadas besar ialah dengan mandi wajib yang akan menjadi pembahasan utama di artikel ini.

Nah, ketika seseorang sedang berhadas besar, maka dilarang untuk melakukan ibadah seperti shalat atau tawaf. Sedangkan untuk penyebab mandi wajib ada beberapa yang saya tahu.

Mandi dalam bahasa arab adalah الْغُسْل (ghusl), makna secara bahasa adalah “mengalirkan”. Mandi wajib dalam istilah lain adalah mandi junub, yaitu mandi yang harus dilakukan ketika junub.

Dalil tentang mandi wajib

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." QS An-Nisa' Ayat 43

"Dan jika kamu junub maka mandilah". QS Al-Maidah Ayat 6 (Ringkasan)

Penyebab-penyebab mandi wajib: 


1. Keluarnya air m@ni atau sp3rma 

Pertama, keluar air m@ni atau sp3rma. Keluarnya air m@ni atau sp3rma bisa disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya berhubungan atau juga mimpi basah. Sedangkan untuk mimpi basah, tapi tidak keluar mani, tidak terhitung hadas besar.

2. Bertemunya dua kem@luan walaupun tidak keluar air mani

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim)

Jika dua orang suami istri lalu berhubungan, dan jika bertemu antara dua kem@luan, maka akan terhitung hadas besar. Walaupun tidak keluar air mani. 

3. Ketika selesai haid (Perempuan)
Untuk perempuan, selesai haid adalah salah satu penyebab hadas besar. Lebih tepatnya ketika berhentinya darah haid.

“Jika datang haidh, maka tinggalkanlah shalat. Jika darah haidh tersebut sudah berhenti, maka mandilah, lalu shalatlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).


4. Ketika selesai nifash (Perempuan)
Sama dengan haid, perempuan yang selesai masa nifas (berhenti darah nifas) juga wajib mandi.

5. Meninggal dunia
Saat seorang meninggal dunia, maka ia harus mandi wajib. Tentu saja dengan cara dimandikan.

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari dan Muslim).


Tentang mani,madzi dan wadi:
Sudah dijelaskan oleh ulama Syafi’iyah, mani bisa dibedakan dari madzi dan wadi dengan melihat ciri-ciri mani yaitu: baunya khas seperti bau adonan roti ketika basah dan seperti bau telur ketika kering, keluarnya memancar, keluarnya terasa nikmat dan mengakibatkan futur (lemas). Jika salah satu syarat sudah terpenuhi, maka cairan tersebut disebut mani. Wanita sama halnya dengan laki-laki dalam hal ini. Namun untuk wanita tidak disyaratkan air mani tersebut memancar sebagaimana disebutkan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan diikuti oleh Ibnu Sholah. Ada ciri-ciri lainnya yang disebutkan oleh para ulama, yaitu cairan mani itu tebal mirip wadi.

Nah, penjelasan Wadi: Wadi adalah sesuatu yang keluar setelah kencing yang pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani. Wadi tidak memiliki bau yang khas.

Untuk madzi: Madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika b3rcumbu atau ketika sedang membayang-bayangkan jima’ (b3rsetubuh) ataupun ketika berkeinginan untuk jima’. Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang hanya keluar tanpa terasa, yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi.

Mani itu suci, sedangkan madzi dan wadi itu najis. Jika keluar mani, wajib untuk mandi. Sedangkan jika yang keluar adalah madzi dan wadi, cukup berwudhu.

Referensi: Keluarnya madzi tidak membatalkan puasa - Rumaysho.com 

Saya ulangi, Jika seseorang mengalami hal-hal diatas lalu tidak mandi wajib,kemudian melakukan ibadah, maka ibadah tersebut malah bisa menjadi dosa (Wallahu'alam).

Hal yang dilarang dilakukan sebelum mandi wajib:


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ibadah yang dilakukan ketika kita harus mandi wajib terlebih dahulu maka justru bisa mendatangkan dosa.

Selain ibadah, ada juga beberapa hal lain yang dilarang dilakukan sebelum mandi wajib, entah karena junub,haid dan yang lainnya.

Berikut larangannya:
 
  • 1. Shalat
  • 2. Thawaf (Mengelilingi ka'bah)
  • 3. Membaca Al Quran
  • 4. Menyentuh dan Mengangkat Alquran
  • 5. Berdiam diri di dalam mesjid

Nah, coba kita lihat kembali ayat Al-Quran tentang junub. Berikut ayatnya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." QS An-Nisa' Ayat 43
 "Dan jika kamu junub maka mandilah". QS Al-Maidah Ayat 6 (Ringkasan)

  

Lihat pada poin nomor 5, seperti yang terdapat di surat An-Nisa ayat 43,

(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja

berdiam diri di masjid tidak diperbolehkan ketika sedang dalam keadaaan junub, kecuali hanya sekedar lewat saja.

Contohnya saya tinggal di sebuah kost, yang untuk masuk ke kamar mandinya harus melewati masjid terlebih dahulu. Maka mau tidak mau saya harus melewati masjid dalam keadaan junub.

Sedangkan untuk wanita yang sedang haid, ada juga larangan-larangannya, yaitu:

Larangan pertama: Shalat
Larangan kedua: Puasa
Larangan ketiga: Jima'
Larangan keempat: Thawaf (keliling ka'bah)
Larangan kelima: Menyentuh Al-Qur'an


Bagaimana jika terlanjur shalat dalam keadaan junub?


Dulu saya penasaran, maka yang terjadi jika seseorang yang terlanjut shalat dalam keadaan junub. Apakah berdosa?

Lantas saya tanyakan kepada ustadz saya, jawabannya:

Jika seseorang terlanjur shalat saat sedang junub dalam keadaan lupa, maka shalatnya tidak sah dan pelakunya berdosa kecuali dia segera mandi wajib lalu shalat kembali. Insya Allah dosanya diampuni.


Apa bacaan niat mandi wajib?


Niat ibadah, bisa menjadi patokan kualitas ibadah seseorang. Ibadah dengan niat yang tulus insya Allah akan berpahala lebih besar daripada ibadah yang niatnya setengah-setengah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Sedangkan niat mandi wajib, setahu saya begini:



A. Niat dalam hati

Niat yang wajib itu niat dalam hati. Anda harus memastikan jika anda memang berniat mandi wajib sebelum melakukannya, bukan berniat mandi biasa atau sekadar membasuh badan sekadarnya saja.


B. Niat dengan berikut:



نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.

Artinya : Aku niat mandi besar (wajib) untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Taala

Ada juga niat-niat lain yang lebih spesifik, contohnya:

A. Doa niat mandi wajib ketika sudah selesai haid


نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Cara membacanya: Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Haid Lillahi Ta’ala”

Artinya:”aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast haid karena Allah Ta’ala”

 

B. Doa niat mandi wajib setelah selesai nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.
 

Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala”

 

C. Doa niat mandi wajib setelah berhubung@n suami – istri / keluar m@ni / mimpi bas@h

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari ‘An Jamiil Badanii Likhuruji Maniyyi Minal Inaabati Fardhan Lillahi Ta’aala.”


Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah ta’ala”

 Untuk niatnya bisa dibaca di ketika di luar kamar mandi.

Rukun mandi wajib

Kalau membayangkan anak-anak, mungkin kita melihat kalau mereka kebanyakan malas mandi dengan bersih. Atau bahkan membersihkannya hanya sekedarnya saja. Apa anda terkadang masih suka seperti ini? (bercanda hehe).

Beda dengan mandi biasa, mandi wajib harus membersihkan dan membasahi seluruh tubuh. Dari daun telinga,lubang telinga,lubang hidung,kem@luan,jari-jari,kuku dan yang lainnya.


 
Sunnah mandi wajib


Tidak berbeda dengan ibadah lainnya, di dalam Mandi wajib juga terdapat sunnah. Jika anda menginginkan kebaikan yang lebih, anda bisa menjalankan sunnahnya.

Sunnahnya sebagai berikut:

  • A. Mencuci kem@luan.
  • B. Berwudhu.
  • C. Mendahulukan tubuh bagian kanan terlebih dahulu. 

Tapi yang diatas sunnah. Terkadang orang yang belum paham akan bilang hal diatas adalah wajib.

Kesimpulan dan Tatacara mandi wajib

Cara mandi junub, singkatnya setahu saya dalah pertama niat, kemudian dilanjut dengan membasahi seluruh tubuh dan memastikan semuanya basah/terkena air. Ada juga tatacara mandi wajib yang terdapat pada beberapa sumber, dimana cara mandi wajib ini adalah mandi dengan mengikuti sunnah-sunnah nabi.

Berikut cara-cara mandi wajib yang dikutip dari beberapa sumber:

1.  Pertama niat, seperti yang dijelaskan sebelumnya, niat bisa dibaca dalam hati atau dengan niat yang sudah saya jabarkan diatas. Bisa juga pakai bahasa indonesia.

2.  Mencuci tangan sebanyak 3x kemudian membersihkan k3maluan dan kotoran yang ada disekitarnya sampai bersih dengan menggunakan tangan kiri.

3.  Setelah membersihkan k3maluan, dilanjutkan dengan menggosok tangan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.

4.    Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika ingin melaksanakan shalat.


5.    Mengguyurkan air di kepala sebanyak 3 kali, hingga ke pangkal rambut,

Mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri, kemudian Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari

6.  Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan, lalu kiri. 


Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, yang paling mudahnya, cara mandi wajib adalah seperti berikut:

1. Pertama niat, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

2. Yang kedua, membasahi seluruh tubuh sampai tidak ada yang terlewat.


Perlu diketahui, bahwa jangan sampai ada sesuatu yang menghalangi antara air dan kulit. Contohnya, kulit terkena cat. Ketika kulit terkena cat, otomatis kulit yang terkena cat tidak akan terbasuh oleh air, sehingga bagian tersebut masih kering.

Hal ini bisa membuat mandi wajib tidak sah.

Untuk lebih jelasnya, di salah satu channel youtube yang membahas tentang agama islam, yaitu channel Yufid.tv, terdapat video tatacara mandi wajib. Nah, berikut videonya:



 Copyright milik Yufid.tv - profil youtube

Penggunaan Sampo saat mandi wajib

Bagaimana dengan penggunaan sampo saat mandi wajib? Penggunaan sampo, tidak wajib tidak harus. Tapi jika mau tidak masalah juga.

Apalagi memakai sampo agak berbeda dengan sabun yang istilahnya lebih universal. Contohnya ketika sedang pergi keluar kota, lalu tidak sengaja mengalami mimpi dan jadi junub.

Terkadang, orang-orang lebih sering membawa sabun ataupun sikat gigi dibanding membawa sampo.

Ada juga pengalaman menarik dari guru saya. Dulu dia pernah dengan temannya pergi ke salah satu kota di jawa tengah. Saat itu, sudah tiba waktu dzuhur, dan ketika diajak shalat, temannya bilang sedang dalam keadaan junub.

Ketika ditanya, kenapa tidak mandi wajib, dia hanya jawab "soalnya ga ada sampo". 

Maka dari itu, setidaknya semoga tidak wajibnya penggunaan sampo ini bisa menambah wawasan anda.
 
Apa boleh, menunda mandi wajib?

Di salah satu hadist menyebutkan:

“Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?” ‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” ‘Abdullah bin Abu Qais berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang.” (HR. Muslim, no. 307).

Dari yang saya pelajari, boleh untuk menunda mandi wajib sampai waktu subuh (asumsi malam hari). Karena rasulullah-pun terkadang tidak langsung mandi.


Sekian, semoga niat serta tatacara mandi wajib (junub) diatas bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kepada anda sekalian.

Artikel ini saya tulis berdasarkan apa-apa yang sudah diajari kepada saya. Yang semoga tidak ada yang bertentangan dengan apa-apa yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW.

Sekali lagi semoga bermanfaat dan bisa membantu.
Tolong bantu saya dengan cara men-share artikel blog ini kepada teman-teman,keluarga atau kerabat. Insya Allah bisa mendatangkan pahala di setiap orang yang membaca artikel-artikel islam di blog ini.

Terima kasih sudah membaca, Wassalamu'alaikum Warahmatullah.
Referensi: Wikipedia 

    1 Komentar:

    Berkomentar yang baik dan sesuai topik
    EmoticonEmoticon